~
Boleh Maksiat, Asallll harus Memenuhi Syaratnya~
Suatu sore dimusim panas,duduklah dua orang sahabat disebuah kursi taman bunga. Sambil menatap senja yang menjingga. Mereka adalah soleh dan burhan.Terlontarlah ucapan dari salah satu diantara mereka berdua.
Soleh"Sahabatku, sungguh aku adalah orang yang begitu suka dengan mengutamakan nafsu. Adakah kau punya tips agar tak mendatangkan kemurkaan-Nya atas apa yang telah ku perbuat"
Lalu sahabatnya, si burhan menjawab"Boleh saja bermaksiat, asal sanggup memenuhi 5 syarat ini. Bilalah kau dapat penuhi, insya Allah kau tak kan di hantui rasa takut dan bersalah.Juga kau tak akan dirugikan dari nikmat itu." Jawab burhan pelan sambil menatap kupu terbang.
Soleh pun dengan semangat 45 mendesak sahabatnya agar lekas memberitahu ke 5 syarat itu. "Apa, apa ke lima syarat itu duhai sahabatku?"
Sejenak burhan menarik nafas dalam lalu "Syarat pertama, kau boleh maksiat.Asal kau tak boleh memakan rezeki dari-Nya" Soleh pun menjawab "Lah, semua rezeki kan pemberian-Nya. Kalau aku maksiat. Aku makan rezeki darimana?"
Burhan"nah itu, kamu bisa mikir.Lalu apa masih mau maksiat"
Soleh nyengir dan kembali bertanya" trus syarat ke dua apa wahai sahabatku?" Dengan enteng burhan pun kembali menjawab "Boleh maksiat, asal tidak dinegeri-Nya"
Dengan cekatan soleh pun menjawab "Walah, lawong dari timur kebarat selatan ke utara. Semua loh bumi nya Allah.Trus dimana dong tempat boleh buat maksiat"
Burhan pun menjawab" Lah itu kamu bisa jawab apa masih mau maksiat?" Soleh belum puas dan kembali bertanya"trus apa syarat yang ke tiga duhai sahabatku?"
Jawab burhan"Boleh bermaksiat,asal harus pandai bersembunyi.Dan tidak bisa dilihat Allah"
soleh pun berseloroh "sembunyi dimana toh.Lawong Allah slalu bisa melihat kita,Mengetahui setiap gerak gerik kita" Burhan kembali menjawab dengan berseru"Nah,gitu bisa jawab.Masih mau maksiat?" tanya burhan gantian nyengir. Si soleh pun menggeleng lalu kembali bertanya
"lalu apa syarat yang ke empat duhai saudaraku?"
Burhan beranjak dari duduknya, menatap langit dan berbalik menatap soleh yang masih bengong tak mengerti "Boleh bermaksiat,asal ketika malaikat maut datang menjemput mu. Kau mampu mencegah dan berkata'giliranku nanti saja ya,biar aku taubat dulu"
Soleh pun menjawab dengan setengah berteriak "Ya tidak mungkin,karna tidak ada seorangpun bisa mengelak dari kematian.Tak bisa diganti dan diwakilkan"
Burhan tersenyum dan bertanya"Jadi masih mau maksiat?"
Soleh yang entah bego atau karna belum paham cuma nyengir dan kembali bertanya"Lalu apa syarat yang kelima duhai sahabatku?" Dengan tenang burhan menjawab "Boleh maksiat,asal ketika malaikat penjaga neraka menggiring mu ke neraka kau mampu men0lak dan berkata 'aku tak mau ikut dengan mu karna aku mau masuk surga"
Soleh seketika berdiri dan berteriak"Itu tidak mungkin,aku tak bisa mengelak dan men0lak"
Burhan melangkah mendekati soleh, lalu menepuk pundak sahabatnya itu dan berkata"Lalu, apa masih pantas kita melakukan maksiat kepada Allah.? Sedang kita tau akibat dari maksiat itu. Kita diberi hati dan otak, dipadu untuk berfikir dan meresapi. Apakah pantas,kita tau tapi pura-pura tak tau? Padahal pada akhirnya, kita pulalah yang akan menjalani dampak dari perbuatan kita. Mendekatkan diri kepada sang pencipta,jauh lebih baik daripada mengorek dunia yang hanya fana. Memperbaiki diri lebih utama sahabatku, daripada menghitung keburukan yang telah kita perbuat. Sem0ga Allah selalu memaafkan kita" Ucap burhan lirih sambil merangkul soleh dan mengajaknya pergi karna mentari tak tampak lagi.
Soleh bungkam tak bersuara,menahan getaran maha dahsyat. tubuhnya gemetar.Dalam hati dia berjanji Tak akan maksiat lagi.
~¤~
Alhamdulillah dapat ilmu, Insya Allah bermanfaat. Terimakasih buat sahabat sahabat uzwa yang tak pernah lelah mengingatkan uzwa.
Senja yang indaaaaaaaahh^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar