Puisi Penyair Fariduddin ‘Aththar
Ketika Ya’qub berangkat untuk mengunjungi putranya dan meninggalkan Kanaan untuk pergi ke Mesir....
orang-orang Mesir menghiasi negeri mereka dari ujung yang satu ke ujung yang lain.
Ketika Zulaikha mengetahui hal ini dia menjatuhkan dirinya ke atas tanah...
sama sekali tak berdaya dia menutupi kepalanya dengan kerudung dan membungkuk dengan rendah hatike sisi jalan.
Kebetulan pula, Yusuf harus melewati tempat ini...
dia melihat orang yang sedih dan terluka....
Tinggi di atas kudanya, dengan cambuk di tangan..
dia menemukan wanita yang amat-sangat mencintainya....
Suatu keluhan meluncur keluar dari lubuk hatinya, yang hasratnya membuat cambuk itu semakin membara...
dan, ketika api semakin membesar,Yusuf, yang paling menyedihkan, menjatuhkan cambuknya....
Zulaikha berkata, “Wahai engkau dengan iman begitu murni, tidakkah keterlaluan bagimu, bahwa engkau tidak mampu menahannya!"
"Api ini meloncat keluar dari hatiku dan kau tidak mampu memegangnya di tanganmu?Api yang telah memenuhi diriku selama bertahun-tahun,tidak dapatkah engkau memegangnya sekejap saja?"
"Engkau, yang Pertama dari semua kaum beriman, dan aku seorang wanita!
Begitukah caramu menunjukkan ketaatan?”
orang-orang Mesir menghiasi negeri mereka dari ujung yang satu ke ujung yang lain.
Ketika Zulaikha mengetahui hal ini dia menjatuhkan dirinya ke atas tanah...
sama sekali tak berdaya dia menutupi kepalanya dengan kerudung dan membungkuk dengan rendah hatike sisi jalan.
Kebetulan pula, Yusuf harus melewati tempat ini...
dia melihat orang yang sedih dan terluka....
Tinggi di atas kudanya, dengan cambuk di tangan..
dia menemukan wanita yang amat-sangat mencintainya....
Suatu keluhan meluncur keluar dari lubuk hatinya, yang hasratnya membuat cambuk itu semakin membara...
dan, ketika api semakin membesar,Yusuf, yang paling menyedihkan, menjatuhkan cambuknya....
Zulaikha berkata, “Wahai engkau dengan iman begitu murni, tidakkah keterlaluan bagimu, bahwa engkau tidak mampu menahannya!"
"Api ini meloncat keluar dari hatiku dan kau tidak mampu memegangnya di tanganmu?Api yang telah memenuhi diriku selama bertahun-tahun,tidak dapatkah engkau memegangnya sekejap saja?"
"Engkau, yang Pertama dari semua kaum beriman, dan aku seorang wanita!
Begitukah caramu menunjukkan ketaatan?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar