ARTIKEL
INSPIRASI PAGI - Berlatih Berprasangka Baik
Salah satu yang membuat sengsara hidup ini adalah kegagalan kita untuk berprasangka baik. Jika hal itu terjadi, kita akan sibuk aja memikirkan orang lain, mencari-cari kesalahannya. Bahkan, jika tidak berhati-hati akan tejerumus dalam ghibah dan fitnah.
Maka, penting bagi diri kita untuk selalu melatih diri agar selalu berprasangka baik di setiap kejadian. Berprasangka baik di setiap kejadian kita tujukan kepada Allah, Sang Pembuat Skenario Terbaik, dan juga kepada manusia. Prasangka baik pada Allah bagian dari Aqidah & kepada manusia lain bagian dari Akhlak Karimah.
Bahan bakar prasangka baik adalah YAKIN tidak ada kejadian yg terjadi tanpa ijin Tuhan. Padahal kita tahu, Dialah yang terbaik mengetahui kebutuhan kita. Jadi, dapat dipastikan setiap kejadian yang hadapi pasti “fit” dengan kebutuhan kita saat itu. Dengan keyakinan itu energi kita untuk terus berprasangka baik tidak akan pernah habis.
Maka, berlatih berprasangka baik dapat diawali dengan membiasakan berdialog dengan Tuhan Sang Penguasa Kejadian. Melihat dan mendengar apapun, sertailah dialog dengan Yang Maha Kuasa. Membentur sebuah masalah, curhatlah hanya kepada Yang Maha Mendengar. Jika setiap detik kita sedang dalam keadaan berdialog padanya, maka secara refleks reaksi pertama kita di tiap kejadian adalah “Allah”. Jika sudah demikian, akan lebih mudah bagi kita utk kemudian mengatur prasangka baik kepada Tuhan maupun kepada manusia lainnya.
Salah satu yang membuat sengsara hidup ini adalah kegagalan kita untuk berprasangka baik. Jika hal itu terjadi, kita akan sibuk aja memikirkan orang lain, mencari-cari kesalahannya. Bahkan, jika tidak berhati-hati akan tejerumus dalam ghibah dan fitnah.
Maka, penting bagi diri kita untuk selalu melatih diri agar selalu berprasangka baik di setiap kejadian. Berprasangka baik di setiap kejadian kita tujukan kepada Allah, Sang Pembuat Skenario Terbaik, dan juga kepada manusia. Prasangka baik pada Allah bagian dari Aqidah & kepada manusia lain bagian dari Akhlak Karimah.
Bahan bakar prasangka baik adalah YAKIN tidak ada kejadian yg terjadi tanpa ijin Tuhan. Padahal kita tahu, Dialah yang terbaik mengetahui kebutuhan kita. Jadi, dapat dipastikan setiap kejadian yang hadapi pasti “fit” dengan kebutuhan kita saat itu. Dengan keyakinan itu energi kita untuk terus berprasangka baik tidak akan pernah habis.
Maka, berlatih berprasangka baik dapat diawali dengan membiasakan berdialog dengan Tuhan Sang Penguasa Kejadian. Melihat dan mendengar apapun, sertailah dialog dengan Yang Maha Kuasa. Membentur sebuah masalah, curhatlah hanya kepada Yang Maha Mendengar. Jika setiap detik kita sedang dalam keadaan berdialog padanya, maka secara refleks reaksi pertama kita di tiap kejadian adalah “Allah”. Jika sudah demikian, akan lebih mudah bagi kita utk kemudian mengatur prasangka baik kepada Tuhan maupun kepada manusia lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar