Sabtu, 18 Mei 2013

MENJADI HAMBA ALLAH 24 JAM

MENJADI HAMBA ALLAH 24 JAM

Sungguh Allah Ta’ala menciptakan manusia untuk suatu tujuan yang mulia, yaitu untuk beribadah kepada Allah semata tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain.

Allah Ta’ala berfirman:

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (QS.Adz-Dzariyat / 51:56).

Dalam ayat ini, Allah Ta’ala menuntut dua perkara dari kita. Pertama, beribadah kepada Allah Ta’ala dengan cara yang sesuai syariat-Nya. Kedua, tidak menyerahkan ibadah itu kepada selain-Nya.
Artinya, seorang Mukmin harus menjadi hamba Allah Ta’ala selama hayatnya. Statusnya sebagai hamba Allah Ta’ala ini tidak boleh lepas darinya walaupun sesaat. Itulah tujuan kita diciptakan. Itulah status dan gelar tertinggi yang diraih seorang insan, yaitu menjadi hamba Allah Ta’ala yang sejati.

Allah Ta’ala telah menyematkan gelar ini kepada hamba-Nya yang paling mulia, yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah Ta’ala berfirman :

"Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba -Nya pada suatu malam dari al-Masjidil Haram ke al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-­tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui."
(QS al-Isra/17: 1).

Umur yang Allah Ta’ala berikan kepada kita ini adalah sebuah karunia dan anugerah yang tiada ternilai. Satu hari Allah Ta’ala memberi kita 24 jam. Itulah waktu yang harus kita pergunakan sebaik -baiknya agar menjadi hamba Allah Ta’ala yang sejati.
Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan sebuah wasiat yang sangat agung bagi kita, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

"Pergunakanlah yang lima sebelum datang yang lima (yaitu) masa mudamu sebelum datang masa tua; masa sehatmu sebelum datang masa sakit; masa kayamu sebelum datang masa miskin; masa luangmu sebelum datang masa sibuk; masa hidupmu sebelum datang kematian.
[HR. Al-Hakim]

Sesungguhnya hidup adalah kumpulan hari-hari. Alangkah ruginya kita, bila terus dibuai angan-angan sehingga lupa memperbaiki diri. Mestinya, kita berpindah dari satu bentuk ibadah kepada bentuk ibadah lainnya.

Allah Ta’ala berfirman:
"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap."
(QS. al-Insyirah/94:7-8).

Ketika menjelaskan ayat ini, Syaik Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Apabila engkau telah selesai mengerjakan suatu tugas maka bersiap-siaplah mengerjakan tugas yang lainnya, janganlah menyia-nyiakan kesempatan.

Oleh karena itu, kehidupan orang yang berakal adalah kehidupan yang penuh semangat. Setiap kali selesai mengerjakan satu tugas, ia bersiap mengerjakan tugas yang lain. Karena waktu akan terus berlalu, baik kita dalam keadaan terjaga maupun tidur, sibuk maupun lowong. Waktu terus berjalan, tidak ada seorangpun yang mampu menahannya. Sekiranya semua manusia bersatu padu untuk menahan matahari supaya waktu siang bertambah panjang niscaya mereka tidak akan bisa melakukannya. Tidak ada seorangpun yang dapat menahan waktu.

Karena itu, jadikanlah hidupmu hidup yang penuh semangat. Jika engkau selesai mengerjakan sebuah pekerjaan, lanjutkanlah dengan pekerjaan yang lainnya. Jika engkau selesai mengerjakan urusan dunia, hendaklah engkau melanjutkannya dengan mengerjakan urusan akhirat. Sebaliknya, jika engkau selesai mengerjakan urusan akhirat lanjutkanlah dengan urusan dunia. Apabila engkau telah selesai mengerjakan shalat Jum’at, bertebarlah di muka bumi dan carilah karunia Allah Ta’ala.
Shalat Jum’at diapit oleh dua urusan dunia.

Allah Ta’ala berfirman:
"Hai orang-orang beriman, apabila kalian diserut untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila shalat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah kepada Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung."
(QS. Al-Jumu’ah/62:9-10).

Jika ada yang mengatakan, “Jika aku terus -menerus serius dan sungguh-sungguh setiap waktu, aku pasti letih dan bosan.” Jawabannya adalah istirahatmu untuk menyegarkan dirimu dan mengembalikan gairah kerja termasuk pekerjaan dan amalan. Maksudnya pekerjaan dan amalan itu tidak harus bergerak. Waktu istirahatmu untuk mengembalikan gairah kerja termasuk pekerjaan dan amalan. Yang paling penting adalah jadikanlah seluruh hidupmu dalam kesungguh-sungguhan dan amal.

Wallahua'lam.

Jumat, 17 Mei 2013

DUHAI MUSLIMAH SHALIHAH DENGARLAH SUARA HATIKU INI


ƸӜƷ✿ DENGARLAH SUARA HATIKU INI 
ƸӜƷ

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم


Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apa gunanya aku menjadi perhatian lelaki andai murka Allah ada di situ.

Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang.

Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan.

Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?

Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias peribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah.

Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai seorang manusia, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu.

Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa.

Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku.

Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita yang lain, dilamar lelaki yang bakal memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.

Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan ada perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu.

Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridho Illahi.

Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu.

Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.

Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.

Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya, cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.

Yang dicari walau bukan putra raja, biarlah putra Agama.

Yang diimpi, biarlah tak punya rupa, asal sedap dipandang mata.

Yang dinilai, bukan sempurna sifat jasmani, asalkan sihat rohani dan hati.

Yang datang, tak perlu rijal yang gemilang, kerana diri ini srikandi dengan silam yang kelam.

Yang dinanti, bukan lamaran dengan permata, cukuplah akad dan janji setia.

Dan yg akan terjadi, andai tak sama dgn kehendak hati, insyaAllah ku ridho ketetapan Illahi..

Wahai wanita, ku ingatkan diriku dan dirimu, peliharalah diri dan jagalah kesucian.. semoga ridho Allah akan sentiasa mengiringi dan memberkati perjalanan hidup ini
_______________________________________
░░♥ (¯`:´¯)   ☆ Wallahu a'lam bishshawab.
♥░.(¯ `•.\|/.•´¯)::♥• ☆ Alhamdulillah ala ni'matil islam wal iman• ░ (¯ `•.(۞).•´¯)♥ ☆ Jazakumullahu khairan wa barakallahu fiikum ░ (¯ `•.(۞).•´¯)♥ ☆ SILATURAHIM DAN UKHUWAH HABIB Sultan Maulana. ░ ░(_.•´/|\`•._)   ☆ "
░ ♥░ (_.:._)´☆♥ ☆ .'

.
☆☆☆SEMOGA BERMANFAAT INSYA ALLAH ☆☆☆

ولكــن يبقــى طــوق النجــاة,,, هــو "طـــاعة الله


تمضـــــى بنـــا الحيـــاة،،،
فــى طــريق لا نعــرف مــداه،،،
ولكــن يبقــى طــوق النجــاة,,, هــو "طـــاعة الله".... »

Please unite all in Jannah

Yaa ALLAH... Please unite all the admins and all the people who love YOU on this community ~ILoveAllaah
in Jannah.  Aamiin

The Road To Manhaj Salaf


KURANG APA LAGI COBA..??!!!

Alloh Subhanahu wa Ta’ala sangat sayang kepada hamba-Nya. Di antara bentuk kasih sayang Alloh, telah dimudahkannya Islam ini untuk kita jalani. Tidak ada yang sulit dalam agama ini. Semuanya mudah. Hanya saja terkadang, kitanya saja yang mempersulit diri dengan mengambil aqidah atau ibadah yang tidak ada ajarannya dalam Islam.


Di saat Alloh Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk berdo’a di setiap sholat kita Ihdinash shiroothoh mustaqiim (arti: tunjukilah kami jalan yang lusur), di saat itu pula Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah memudahkan kita untuk bisa berjalan di atas jalan yang lurus. Kalo nggak percaya, coba perhatikan dengan seksama betapa Alloh telah memberikan berbagai sarana untuk memudahkan kita meniti jalan yang lurus.


>>> Tiga Kemudahan


Pertama, Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan Al-Qur’an kepada kita untuk pedoman hidup. Alloh berfirman (yang artinya), “....Kitab ini (Al-Qur’an) tiada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqoroh: 2)


Kedua, Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa Sallam kepada kita untuk menjelaskan isi Al-Qur’an sekaligus menjadi pembimbing kita ke jalan yang lurus.


Ketiga, Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan kepada kita serombongan orang yang sudah dijamin berada di atas jalan yang lurus sehingga kita bisa bergabung bersama mereka. Mereka adalah para Sahabat Rosul yang kita diperintahkan Alloh dan Rosulnya untuk mengikuti jejak mereka dan dilarang untuk menyimpang dari jalan mereka.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Alloh ridho kepada mereka dan merekapun ridho kepada Alloh, dan Alloh menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS. At-Taubah:100)


Nah, minimal dengan tiga hal inilah Alloh telah memudahkan jalan kita menuju keselamatan. Dengan ketiga hal inilah Alloh membimbing kita menuju Surga-Nya yang kekal abadi.


>>> Sebuah Keputusan yang Aneh


Sekarang misalnya begini. Ada orang yang di suruh oleh atasannya untuk menuju ke sebuah kota yang dia belum pernah pergi ke sana. Untuk memudahkannya sampai ke sana, dia diberi tiga bekal:


1. Peta.

2. Penunjuk jalan sekaligus penjelas peta.

3. Rombongan orang yang sudah jelas-jelas menuju ke sana.


Sesampainya di terminal dia dapati banyak sekali angkutan umum. Ada yang berwarna putih, hitam, merah, dll. Semua mengaku menuju kesana. Tapi, peta yang dia pegang menunjukkan bahwa bus yang menuju ke sana hanya satu, misalnya angkutan warna putih. Petunjuk jalan pun mengatakan demikian dan menyuruh untuk naik angkot warna putih. Di dalam angkot warna putih itupun sudah berkumpul rombongan orang yang jelas-jelas menuju ke sana.



Kira-kira, apa pendapat Anda jika orang itu malam memilih angkutan lain yang tidak jelas???

Bukankah ini tindakan aneh dan bodoh ?

Kalau sudah ada yang jelas, ngapain milih yang nggak jelas, ya nggak?!

Kalau ada angkot yang jelas-jelas bertuliskan Jakarta, kenapa kita malah memilih naik angkot yang tidak jelas tujuannya mau ke mana???


>>> Sebuah Renungan


Kawan...


Realita di depan mata kita menunjukkan bahwa betapa banyak kelompok-kelompok dan aliran yang mereka mengaku berada di atas jalan yang benar. Namun anehnya, satu sama lain saling berbeda aqidah dan metode dakwah. Padahal, kalau mereka memang berada di jalan yang lurus (jalan yang ditempuh oleh Rosululloh dan para Sahabatnya),niscaya mereka tidak akan pernah sedikitpun berbeda aqidah dan metode dakwah. Mereka semua tentu akan sepakat bahwa:
■Tidak ada nabi lagi setelah nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa Sallam....
■Wajib mengimani azab kubur...
■Wajib mengimani kabar aqidah dll. dari orang yang terpercaya meski hanya satu orang...
■Wajib mengimani bahwa Allah Azza wa Jalla berada di atas Langit beristiwa di atas Arsy.
■Haram berdemonstrasi dan memberontak kepada pemerintah kaum Muslimin
■Wajib memfokuskan diri untuk memperbaiki aqidah ummat (diri dan keluarga dulu), bukannya sibuk merubah sistem yang ada....(Sebab inilah metode dakwah para Nabi dan Rosul dari sejak nabi Adam hingga Nabi Muhammad. Kemudian diikuti oleh para Sahabat, Tabi’in, dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik. Lantas, apakah kita memilih selain metode mereka dengan pertimbangan akal kita yang sangat terbatas??? Jika dikatakan "Emangnya nggak boleh kita merubah sistem?". Maka kita tanya balik, "Boleh nggak kita menyelisihi metode dakwah para Nabi dan Rosul dan orang-orang sholeh setelah mereka?". Silakan baca surat an-Nisa ayat:115)
■....
Dll.


Oleh karena itu kita harus hati-hati. Kita harus teliti. Jangan sampai kita salah langkah dan salah memilih yang akhirnya berujung pada penyesalan yang berkepanjangan.


Ingat kawan.....


Segala sesautunya sudah dimudahkan Alloh. Kurang apa lagi coba! Tinggal kitanya sekarang. Mau tidak mengambil kemudahan ini. Atau malah kita memilih cara lain yang justru akan membawa kita ke jurang kehancuran???


Al-Hafizh Ibnu Katsir rohimahulloh (wafat th. 774) menyebutkan bahwa shirothol mustaqim itu memiliki 4 penafsiran: (1). Al-Haq (kebenaran), (2). Agama Islam, (3). Al-Qur’an, dan (4). Abu Bakar dan Umar. Beliau Rohimahulloh mengatakan bahwa keempat tafsir tersebut benar dan saling menyelarasi satu sama lain. Sebab, orang yang mengikuti Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam dan mengikuti jejak dua khalifah setelah beliau, yaitu Abu Bakar dan Umar, maka ia telah mengikuti kebenaran, dan siapa yang mengikuti kebenaran berarti dia telah mengikuti Islam, dan siapa yang mengikuti Islam berarti ia telah mengikuti Al-Qur’an, Al-Qur’an adalah Kitabulloh dan tali Alloh yang kokoh, jalan-Nya yang lurus, dan semuanya adalah shahih (benar) dan saling membenarkan.” (Lihat Tafsir Ibni Katsiir (I/140) tahqiq Saami bin Muhammad As-Salamah, cet. III, Daar Thayyibah, th. 1426 H dengan sedikit perubahan)


Suatu hari Rosululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam mengabarkan bahwa kelak ummat Islam akan berpecah belah menjadi berkelompok-kelompok dan bergolong-golongan. Beliau mengatakan bahwa semua kelompok terancam Neraka, kecuali satu kelompok”


SIAPAKAH KELOMPOK YANG SATU INI YANG SELAMAT DARI ANCAMAN NERAKA?


Beliau berkata:


“…(yaitu) yang aku dan para Sahabatku berada di atasnya.” (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim)


‘Abdullah bin ‘Umar rodhiyallohu ‘anhu mengatakan:


“Janganlah kalian mencaci maki para Sahabat Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa Sallam. Sungguh berdirinya mereka sesaat bersama Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam lebih baik daripada ibadah seorang dari kalian selama empat puluh tahun.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Abi ‘Ashim)


‘Abdullah bin Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu berkata:


“Barangsiapa diantara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Sahabat Rosululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjukknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Alloh telah memilih mereka untuk menemani nabi-Nya, untuk mengakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah jejak-jejak mereka, karena MEREKA BERADA DI ATAS JALAN YANG LURUS.”

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr)


Wallohu a’lam.




Bogor, 08 Nov 2011

Menjelang Subuh, 03: 49


Muhammad Robi Himura Bin Ulil Amrizal Marajo Karana

PINTU-PINTU MASUKNYA SYETAN


PINTU-PINTU MASUKNYA SYETAN

Hati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya syetan ke dalam hati.

Hati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya syetan ke dalam hati. Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk menjaga pintu agar tidak diserbu syetan, kita harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan syetan sebagai jalan untuk menguasai benteng tsb. Melindungi hati dari gangguan syetan adalah wajib oleh karena itu mengetahui pintu masuknya syetan itu merupakan syarat untuk melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan jalan untuk menguasi hati manusia.

Pintu tempat masuknya syetan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik. Berarti pintu yang akan dimasuki syetan sebenrnya sangat banyak, Namun kita akan membahas pintu-pintu utama yang dijadikan prioritas oleh syetan untuk masuk menguasai manusia. Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki syetan itu adalah:

1. Marah

Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara syetan. Bila manusia marah maka syetan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan syetan.

2. Hasad

Manusia bila hasud dan tamak menginginkan sesuatu dar orang lain maka ia akan menjadi buta. Rasulullah bersabda:” Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu masuknya syetan akan menjadi buta bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat itulah syetan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.

3. Perut kenyang

Rasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata syetan. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada syetan beberapa belenggu dan gantungan pemberat untuk segala sesuatu seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan pemberat apa ini? Syetan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam.Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini dengan manusia ? Syetan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir. Yahya bertanya lagi: Apa lainnya? Tidak ada! Jawab syetan. Kemudian Nabi Yahya berkata:
Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya.
Iblis berkata. Demi Allah saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim selamanya.
Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela:
・ Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari hatinya.
・ Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa semua makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.
・ Mengganggu ketaatan kepada Allah
・ Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan
・ Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati manusia.
 Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani

4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tangga

Bila syetan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus berusaha melengkapi dan membaguskan semua perabotan rumahnya, menghiasi temboknya, langit-langitnya dst. Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir kepada Allah.

5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan receck

Rasulullah pernah bersabda: Tergesa-gesa termasuk perbuatan syetan dan hati-hati adalah dari Allah SWT. Allah berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-gesa” dalam ayat lain dditegaskan: “Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-gesa. Mengapa kita edilarang tergesa-gesa? Semua perbuatan harus dilakukan dengan pengetahuan dan penglihatan mata hati. Penglihatan hata hati membutuhkan perenungan dan ketenangan. Sedangkan tergesa-gesa menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-gesa dalam melakukan kewajiban maka syetan menebarkan kejahatannya dalam diri manusia tanpa disadari.

6. Mencintai harta

Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk harta akan menjadi alat hebat bagi syetan. Bila orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta maka hatinya akan kosong. Kalau dia mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan maka akan muncul dari harta itu sepuluh syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu juta. Demikianlah orang yang punya harta akan merasa kurang dan menginginkan tambahan lebih banyak lagi.

7. Ta’assub bermadzhab dan meremehkan kelompok lain.

Orang yang ta’assub dan memiliki anggapan bahwa kelompok lain salah sangat berbahaya. Orang yang demikian akan banyak mencaci maki orang lain.
Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat binatang buas. Bila syetan menghiasi pada manusia bahwa taassub itu seakan-akan baik dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin senang untuk menyalahkan orang lain dan menjelekkannya.

8. Kikir dan takut miskin.

Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk memberikan infaq atau sedekah dan selalu menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan siksa yang pedih adalah janji orang yang menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan haknya kepada fakir miskin. Khaitsamah bin Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya syaitan berkata: Anak cucu Adam tidak akan mengalahkanku dalama tiga hal perintahku: Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan tanpa hak, menginfakkannya dengan tanpa hak dan menghalanginya dar hak kewajibannya (zakat).

Sufyan berkata: Syetan tidak mempunyai senjata sehebat senjata rasa takutnya manusia dari kemiskinan. Apabila ia menerima sifat ini maka ia mengambil harta tanpa hak dan menghalanginya dari kewajiban zakatnya.

9. Suudzon terhadap orang Islam ghibah.

Allah berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 sbb.:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Rasulullah pernah bersabda: Jauhillah tempat-tempat yang bisa memunculkan prasangka buruk.

Kalau ada orang yang selalu suudzdzon dan selalu mencari cela orang lain maka sebenarnya ia adalah orang yang batinnya rusak. Orang mukmin senantiasa mencari maaf dan ampunan atetpi orang munafik selalu mencari cela orang lain.

Itulah sebagian pintu-pintu masuknya syetan untuk menguasai benteng hatinya.
Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak akan mempu menghitus semua pintu masuknya syetan ke dalam hati manusia

Sekarang bagiamana solusi dari hal ini? Apakah cukup dengan zikrullah dan mengucapkan “Laa haula wa laa quwwata illa billah”? ketahuilah bahwa upaya untuk membentengi hati dari masuknya serbuan syetaan adalah dengan menutup semua pintu masuknya syetan dengan membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela yang disebutkan di atas. Bila kita bisa memutuskan akar semua sifat tercela maka syetan mendapatkan berbagai halangan untuk memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam karena zikrullah. Namun perlu diketahui bahwa zikir tidak akan kokh di hati selagi hati belum dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela. Bila orang yang hatinya mamsih diliputi oleh akhlak tercela maka zikrullah hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai hati dan tidak akan mampu menolak kehadiran syetan. Oleh sebab itu Allah berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. ( Al A’raaf 201)

Perumpamaan syetan adalah bagaikan anjing lapar yang mendekati anda. Bila anda tidak memiliki roti atau daging pasti ia akan meninggalkanmu walaupun Cuma menghardiknya dengan ucapan kaita. Tapi bila di tangan kita ada daging maka ia tidak akan pergi dari kita walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak memiliki makanan syetan akan pergi hanya dengan dzikrullah. Syahwat bila menguasi hati maka ia akan mengusir dzikrullah dari hati ke pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam relung hati. Sedangkan orang-orang muttaqin yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat tercela maka ia akan dimasuki syetan bukan karena syahwat tapi karena kelalaian daari dzikrullah apabila ia kembali berdzikir maka syetan langsusng. Inilah yang ditegaskan firman Allah dalam ayat sebelumnya:

Artinya: Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( Al A’roof ayat 200)

Dalam ayat lain disebutkan:

Artinya: Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (An Nahl 98-100)

Mengapa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bila Umar ra. Melewati suatu lereng maka syetan mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”? Karena Umar memiliki hati yang bersih dari sifat-sifat tercela sehingga syetan tidak bisa mendekat. Kendatipun hati berusaha menjauhkan diri dari syetan dengan dzikrullah tapi mustahil syetan akan menjauh dari kita bila kita belum membersihkan diri dari tempat yang disukai syetan yaitu syahwat, seperti orang yang meminum obat sebelum melindungi dir dari penyakit dan perut masih disibukkan dengan makanan yang kerasa dicerna. Taqwa adalah perlindungan hati dari syahwat dan nafsu apabila zikrullah masuk kedalam hati yang kosong dari zikir maka syetan mendesak mamsuk seperti masuknya penyakit bersamaan dengan dimakannya obat dalam perut yang masih kosong.
Allab SWT berfirman :

Artinya: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (Qoof 37)

WAllahu a’lamu bis showab.

Semoga manfaat sebagai Renungan buat kita semua....
yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan...

’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahuma AAmiin
 

SIFAT LELAKI SOLEH


 SIFAT LELAKI SOLEH  


Kadang kala kita salah dalam menilai
seorang lelaki yang baik berdasarkan
kerja nya. Pada dasarnya lelaki yang baik
itu sebenarnya terletak pada agamanya.
Banyak yang beranggapan lelaki
beragama itu mestilah seorang ustaz,
imam masjid, pelajar agama dan
seumpamanya.
Sebenarnya perkara ini juga tidak benar.

Banyak sekali dikalangan ahli agama yang
sering memukul isteri, bersifat kasar,
tidak pandai melayani isteri dan
sebagainya. Jadi ini juga bukanlah ciri-
ciri seorang lelaki yang baik
sebagaimana yang digambarkan oleh
Rasulullah. Lelaki yang baik dan
beragama itu mempunyai sifatnya yang
tersendiri.




SOLEH dapat di definisikan sebagai
seorang lelaki muslim yang beriman
(mukmin), bersih dari segi zahir dan
batinnya, mengambil makanan yang
bersih dan halal (bukan dari sumber
yang haram).

Selalu berusaha menjauhkan dirinya
dari perkara yang akan mendorong
kearah maksiat dan menariknya ke
jurang NERAKA yang amat dalam. Ialah
seorang lelaki yang sentiasa taat kepada
Allah swt. dan Rasul nya walau dimana
saja mereka berada.

Kita sendiri (Wanita/Laki-laki) harus
menyadari bahwa bukanlah manusia
sempurna, ada kesalahan yang dilakukan
sengaja atau tidak akan tetapi
kembalilah dan mohon ampun kepada
Allah swt,




Jika engkau seorang wanita, carilah
lelaki yang mempunyai sifat-sifat ini . Jika anda seorang lelaki, jadilah seorang
lelaki yang mempunyai sifat-sifat ini :))

Kuat amalan agamanya..., Menjaga solat
fardhu, kerap berjemaah dan solat pada
awal waktu. Auratnya juga sentiasa
dipelihara dan memakai pakaian yang
sopan. Sifat ini boleh dilihat terutama
sewaktu bertemu
Akhlaknya baik, Yaitu seorang yang
tampak tegas, tetapi sebenarnya
seorang yang lembut.

Pertuturannya
juga mesti sopan, melambangkan
peribadi dan hatinya yang mulia...
Tegas mempertahankan Jati-diri nya,
Tidak berkunjung ke tempat-tempat
yang dapat menjatuhkan nama-baiknya.
Amanah, tidak mengabaikan tugas yang
diberikan dan tidak menyalahgunakan
kuasa dan kedudukan...
Tidak boros, tetapi tidak pelit. Mengerti
menggunakan uang untuk keperluan
yang bermanfa’at dengan bijaksana.
Menjaga mata dengan tidak melihat
perempuan lain yang lalu lalang ketika
sedang bercakap-cakap...

Pergaulan yang terbatas, tidak
mengamalkan cara hidup bebas
walaupun dia tahu dirinya mampu
berbuat demikian.
Mempunyai kawan pergaulan yang baik,
Kawan pergaulan seseorang itu biasanya
sama.
Bertanggung-jawab, Lihatlah dia dengan
keluarga dan Ayah Ibu nya.
Wajah yang tenang, Terlihat dari cara
berbicara, Bekerja dan saat dalam
suasana Cemas....

Jika berhadapan dengan masalah, Tidak
mudah mengumpat dan cepat marah
karena syaitan tidak suka manusia
dengan kesabarannya. Maka cobalah
untuk bersabar dan terus bersabar,
INSYA ALLAH akan memberi ketenangan.
Dapat mendengarkan alasan dan
teguran, mana tahu di sebaliknya itu
terdapat kebenaran dan sebagai
panduan diri untuk membaiki diri
menjadi lebih baik…




Semoga Sifat-sifat ini dapat diamalkan
oleh kita semua kaum lelaki yang
mencari ridha Allah.
Buat wanita solehah yang mencari
pasangan yang soleh, cobalah anda
perhatikan Sifat-sifat yang terangkum di
atas pada setiap lelaki yang anda kenal.
Jika Sifat-sifat ini ada pada mereka.

Walau bagaimanapun juga, tidak
semestinya semua sifat di atas
terpenuhi, jika hanya terdapat 5-6 sifat
itu sudah memadai. Manusia dapat
berubah suatu saat nanti.
Insya Allah sifat-sifat baik yang lain akan
menyusul dengan usaha dan kesabaran
untuk mencapainya.

Rasulullah bersabda :
Nikahilah seseorang disebabkan
keturunan, wajah, harta dan agamanya,
yang paling baik ialah AGAMAnya.




KRITERIA-KRITERIA LELAKI SOLEH
YANG DIMAKSUDKAN OLEH AL QURAN DAN
AL HADIST

1. Senantiasa taat kepada Allah swt dan
Rasullulah S.A.W.

2. Jihad Fisabilillah adalah maklumat dan
program hidupnya.

3. Mati syahid adalah cita cita hidup yang
tertinggi.

4. Sabar dalam menghadapi ujian dan
cobaan dari Allah swt.

5. Ikhlas dalam beramal.

6. Kampung akhirat menjadi tujuan
utama hidupnya.

7. Sangat takut kepada ujian Allah swt.
dan ancamannya.

8. Selalu memohon ampun atas segala
dosa-dosanya.

9. Zuhud dengan dunia tetapi tidak
meninggalkannya.

10. Solat malam menjadi kebiasaannya.

11. Tawakal penuh kepada Allah ta’ala
dan tidak mengeluh kecuali kepada Allah
swt

12. Selalu berinfaq dalam keadaan
lapang maupun sempit.

13. Menerapkan nilai kasih sayang
sesama mukmin dan ukhwah diantara
mereka.

14. Sangat kuat amar maaruf dan nahi
munkarnya.

15. Sangat kuat memegang amanah,
janji dan rahasia.

16. Pemaaf dan lapang dada dalam
menghadapi kebodohan manusia,
senantiasa saling koreksi sesama ikhwan
dan tawadhu penuh kepada Allah swt.

17. Kasih sayang dan penuh pengertian
kepada keluarga.




1. MENCARI NAFKAH

Tugas mencari nafkah dibebankan
kepada kaum lelaki karena kelebihan
dalam penciptaannya yang berupa
kekuatan fisik dan akal fikirannya. Oleh
itu lelaki mampu untuk bekerja keras
untuk mencari nafkah, memberi
perlindungan dan pertahanan
kehidupannya terutama kepada
keluarga, agama, bangsa dan agamanya.
Inilah sebabnya lelaki diangkat menjadi
pemimpin bagi kaum wanita.




2. BERJIHAD FIISABILILLAH

Jihad merupakan amal yang paling
utama dan puncak ketinggian Islam.
Tidak ada satu pun amalan soleh yang
dapat menandingi Jihad. Orang soleh
tidak sedikit pun merasa gentar dan
takut apabila berjuang menegakkan
agama Allah sebaliknya sentiasa
tersenyum bangga menjadi seorang
hamba Allah dengan gelar paling indah
yaitu MUJAHIDIN.




3. MELINDUNGI DAN MEMBELA KAUM
YANG LEMAH DAN TERTINDAS

Sudah seharusnya sejak akhir-akhir ini
golongan kafir senantiasa mencari
peluang untuk menindas dan menakluki
negara-negara serta umat- umat Islam.
Orang orang yang soleh haruslah peka
dan bersedia untuk bertindak balas
supaya umat-umat Islam tidak akan
ditindas dengan sewenang-wenangnya
oleh golongan tersebut.




4. MEMIMPIN & MENDIDIK ANAK Dan ISTRI

Mengajar dan membimbing dengan cara
yang baik sehingga anak / isteri yang
tidak soleh/solehah menyadari akan
kesalahannya dan menggantikan cara
hidupnya menjadi anak/isteri soleh/
solehah. Mendidik anak/isteri dengan
bijaksana sehingga dia menyadari makna
yang sebenarnya dan bersedia
mengubahnya.

Sabda Rasulullah:
“Orang yang terbaik diantara kamu
adalah orang yang terbaik terhadap
isterinya, dan aku adalah orang yang
terbaik diantara kamu terhadap
isteriku.” … ( HR Ibnu Majah )

Tauladan Rasulullah dalam kehidupan
berkeluarga: Keadaan beliau sebagai
suami dan ayah. Kebiasaan beliau di
tengah kehidupan bekeluarga. Cinta
kasih beliau terhadap isteri dan
anak....."


 ANA DOAKAN AGAR AKHY MENJADI LELAKI YANG
SOLEH